Akibat Onani atau Masturbasi


Onani atau masturbasi adalah kebiasaan buruk yang hampir semua orang pernah melakukannya terutama laki-laki. Onani biasanya di lakukan ketika seorang anak manusia menginjak usia 14 tahun ke atas. Onani dilakukan untuk memuaskan hasrat nafsu manusia yang tidak bisa di lampiaskan dan dilakukan sambil menggosok alat kelamin dengan tangan atau alat tertentu.

Beberapa dari kita mungkin pernah mendengar pernyataan seperti diatas. Untuk yang belum pernah mendengar, biasanya pernyataan diatas adalah pernyataan yang berkaitan dengan masturbasi. Masturbasi memang seringkali dihubungkan dengan beberapa mitos seperti kalimat di atas, terlalu sering maka akan membuat dengkul kopong, sperma mongering, bahkan kebutaan.

Sebelum membicarakan lebih lanjut, adapun masturbasi memiliki definisi melakukan stimulasi secara manual terhadap alat kelamin (Handayani, 2008) yang biasanya dilakukan dengan berfantasi tentang hubungan seksual. para pria biasanya melakukan masturbasi dengan berfantasi tentang wanita yang berada di sekitarnya. Sedangkan untuk wanita, masturbasi dilakukan dengan fantasi yang lebih luas, bahkan artis-artis yang muncul dilayar kaca juga kerap menjadi objek fantasi dalam masturbasi para wanita.
Seperti topik seksualitas lainnya, masturbasi juga merupakan hal yang tidak banyak dibicarakan secara terbuka. Berdasarkan data yang saya miliki, Castleman (2009) menjelaskan bahwa di Amerika, sebanyak 38 % wanita melakukan masturbasi dan 61 % pria melakukannya. Sedangkan di Indonesia sendiri, menurut Pangkahila (dalam Handayani, 2008) hampir semua pria melakukan masturbasi dan sekitar 70-80 % wanita melakukan masturbasi.

Castleman (2009) menjelaskan bahwa masturbasi pria lebih sering dilakukan saat remaja hingga usia paruh baya (40tahun), dan jumlahnya jauh berkurang ketika pria mencapai usia 50 tahun. Sedangkan untuk wanita, usia 20 hingga 39 merupakan kelompok usia yang paling sering melakukan masturbasi. Pada usia 18-20 dan di atas 40 tahun, perilaku masturbasi tersebut lebih rendah frekuensinya. Adapun 25 % pria dan 10 % wanita melakukan masturbasi minimal satu kali dalam satu minggu (Kelly, dalam Handayani, 2008). Studi yang dilakukan juga menunjukkan bahwa masturbasi meningkat seiring dengan bertambah tingginya tingkat pendidikan, frekuensi munculnya pikiran yang berkaitan dengan seksualitas, eksperimentasi seksual sebelum masa puber, dan bertambahnya jumlah hubungan seksual yang dimiliki seseorang. Untuk wanita, masturbasi lebih rendah frekuensinya pada individu yang sedang sakit, sedangkan pria tetap bermasturbasi baik pada saat sehat maupun sakit (Castlemen, 2009).

Masturbasi memang lebih banyak dipandang negatif. Meskipun demikian, menurut Pinkerton dkk (dalam Gerressu dkk, 2008) masturbasi merupakan aktivitas seksual yang sehat. Tidak jauh berbeda dengan pendapat tersebut, Barreca (2009) juga berpendapat bahwa masturbasi merupakan salah satu cara untuk mengurangi kehamilan tidak diinginkan serta penyakit menular seksual. Launmann dkk (dalam Geressu dkk, 2008) menemukan bahwa individu tidak hanya melakukan masturbasi untuk menyalurkan hasrat seksual, tapi juga untuk bisa merasakan relaksasi dan tidur. Bahkan penelitian di Australia menunjukkan bahwa laki-laki berusia 20-50 tahun yang mengalami ejakulasi lebih dari lima kali perminggu memiliki kemungkinan 30 % lebih sedikit untuk terkena kanker prostat (www.psychologytoday.com).

Masturbasi tidak hanya dilakukan oleh individu yang belum menikah, pasangan yang sudah menikah pun melakukan masturbasi (Kelly, dalam Handayani, 2008). Adapun alasan mereka melakukan masturbasi berkisar antara pasangan yang menolak untuk diajak berhubungan seksual dan tidak merasakan kepuasan saat berhubungan. Untuk alasan terakhir, masturbasi justru menjadi salah satu solusi yang dapat membantu. Dengan masturbasi, individu dapat lebih mengetahui dirinya sendiri. Dengan mengetahui bagian tubuh mana yang dirasa ‘menyenangkan’ untuk disentuh dan mengomunikasikan dengan pasangan, maka diharapkan hubungan seksual yang dilakukan dapat memberi kepuasan untuk kedua belah pihak.

Seperti hal lainnya, data-data di atas menunjukkan bahwa masturbasi juga memiliki sisi positif dan negatif. Meskipun demikian, penilaian terhadap masturbasi kembali pada masing-masing individu, dengan melihat data atau masukan di atas untuk dipergunakan sebaik-baiknya.

Bagi kaum laki-laki onani bisa berakibat fatal, namun ada juga sebagian orang yang menerangkan bahwa onani itu tidak mempunyai efek negatif.

Berikut di bawah ini adalah efek negatif dari orang yang keseringan onani (Laki – Laki)

  • Melemahkan alat kelamin sebagai sarana untuk berhubungan seksual, serta sedikit demi sedikit alat tersebut akan semakin melemah (lemas).
  • Akan membuat urat-urat tubuh semakin lemah, akibat kerja keras dalam beronani demi untuk mengeluarkan air maninya.
  • Sangat mempengaruhi perkembangan alat vital, dan mungkin tidak akan tumbuh seperti yang lazimnya.
  • Alat vital tersebut akan menbengkak, sehingga sang pelaku menjadi mudah mengeluarkan air maninya.
  • Meninggalkan rasa sakit pada sendi tulang punggung, di mana air mani keluar darinya. Dan akibat dari sakitnya itu, punggung akan menjadi bungkuk.
  • Menyebabkan anggota badan sering merasa gemetaran, seperti di bagian kaki. dsb.
  • Onani bisa menyebabkan kelenjar otak menjadi lemah, sehingga daya berpikir menjadi semakin berkurang, daya taham menurun, dan daya ingat juga melemah.
  • Penglihatan semakin berkurang ketajamannya, karena mata tidak lagi normal seperti semula.
  • Masturbasi juga dapat menyebabkan pria ejakulasi dini.

Untuk perempuan, onani bisa menyebabkan lecetnya dinding vagina dan juga mudah masuknya bakteri yang terdapat pada kuku dan jari.

Jadi masih tertarikkah anda melakukan onani hari ini?

3 Responses to “Akibat Onani atau Masturbasi”

  1. ROBI_SHADLI Says:

    TAK TERBAYANG KAN OLEH GUA SEDEMIKIAN PARAHNYA DAMPAK ONANI,,
    SEDINI MUNGKIN CEGAHLAH,JANGAN SAMPAI TERLAMBAT,AKAN BERAKIBAT FATAL…..

  2. SAFARUDIN Says:

    oke tenks


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: