Alkohol dan Ester


Anda tentu sudah mengenal contoh alkohol yang ada disekitarmu.

Minuman keras, tape, spiritus, merupakan contoh bahan yang mengandung

alkohol. Apa nama alkohol yang terkandung dalam minuman keras, tape dan

spiritus? Bolehkah kita memberi nama alkohol tape? Kalau anda memberi

nama berdasarkan bahan dasarnya maka anda akan banyak mengalami

kesulitan. Pada pembahasan kali ini akan dipelajari cara memberi nama

alkohol dan eter.

Alkohol dan eter merupakan turunan dari alkana. Struktur Alkohol

diperoleh dengan menggantikan satu atom H dengan gugus -OH. Penamaan

alkohol juga disesuaikan dengan nama alkana dengan mengubah huruf akhir

a pada alkana dengan ol. Misalkan metana menjadi metanol.


Etana Etanol

Struktur eter diperoleh dengan menggabungkan dua buah alkil dengan

oksigen. Oleh karena itu eter juga disebut dengan alkoksi alkana. Eter yang

paling sederhana adalah dimetil eter, CH3 O CH3 .

Untuk memperjelas struktur eter, gunakan molymod untuk membentuk

struktur eter.

1) Dimetil eter

2) Etil metil eter

Bagaimana rumus umum alkohol dan eter? Perhatikan rumus molekul

alkohol dan eter untuk jumlah atom karbon yang sama. Untuk jumlah atom C

sebanyak 2, alkohol mempunyai rumus molekul C2H6O dan eter juga C2H6O.

Apa yang dapat anda simpulkan antara rumus molekul alkohol dan eter?

Alkohol dan eter mempunyai rumus molekul yang sama. Alkohol dan eter

mempunyai gugus fungsi berbeda tetapi mempunyai rumus molekul yang

sama, Hal ini dapat dikatakan bahwa alkohol dan eter berisomer fungsi.

Rumus umum alkohol dan eter adalah: CnH2n+2O.

Tatanama alkohol dan eter

Di awal pembahasan ini anda sudah mengenal minuman keras, spiritus,

obat bius yang berupakan contoh dari bahan yang mengandung alkohol dan

eter. Nama-nama tersebut merupakan nama belum menggambarkan nama

alkohol yang dikandungnya. Pada pembahasan berikut akan dijelaskan cara

memberi nama senyawa alkohol dan eter.

a. Tata nama alkohol

Sistem IUPAC digunakan dalam tata nama alkohol dengan aturan

sebagai berikut:

1. Tentukan rantai karbon terpanjang yang mengandung gugus OH.

Rantai terpanjang tersebut merupakan rantai utama diberi nama sesuai

dengan nama alkananya, tetapi huruf terakhir “a” diganti dengan ol.

Rantai terpanjang pada contoh di atas mengandung 5 atom karbon,

sehingga diberi nama pentanol.

2. Semua atom karbon di luar rantai utama dinamakan cabang, diberi

nama alkil sesuai jumlah atom C.

3. Rantai utama diberi nomor dari ujung terdekat dengan gugus -OH.

4. Urutan pemberian nama: nomor cabang-nama alkil- nomor gugus OH -

nama rantai utama.Jika cabang lebih dari satu jenis, maka diurutkan

sesuai abjad. 3,4-dimetil-2-pentanol

5. Jika terdapat lebih dari satu gugus OH pada molekul yang sama

(polihidroksil alkohol), digunakan akhiran diol, triol, dan seterusnya.

Dalam hal ini akhiran a pada alkana rantai utama tetap dipakai.

Pada contoh berikut terdapat dua buah cabang, yaitu etil di nomor 4

dan metil di nomor 3. Rantai terpanjang terdapat 6 atom C (heksana)

dan dua gugus OH di nomor 2 dan 4.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: