Tumbuhan temugiring diklasifikasikan sebagai berikut :
Nama Kingdom : Plantae
Nama Subkingdom : Tracheobionta
Nama Superdivisio : Spermatophyta
Nama Divisio : Magnoliophyta
Nama Kelas : Liliopsida
Nama Subkelas : Commelinidae
Nama Ordo : Zingiberales
Nama Familia : Zingiberaceae
Nama Genus : Curcuma
Nama Species : Curcuma Heyneana Vahl
Sumber : www.plantamor.com
Temugiring (Curcuma Heyneana Vahl) merupakan suatu tumbuhan tahunan, memiliki ketinggian mencapai 2 meter. Herba temugiring memiliki rimpang yang tumbuh menyebar ke kiri dan kanan batang secara memanjang, sehingga terlihat kurus dan bengkok ke bawah. Rimpang bagian samping umumnya memiliki rasa yang lebih pahit, dan bila dibelah akan terlihat dagingnya yang berwarna kuning kehijau-hijauan dan berbau aromatik khas temugiring. Seluruh daunnya berwarna hijau. Mahkota bunga berwarna kuning dengan daun-daun pelindung yang mempunyai ujung lancip (www.suarakarya-online.com).
Di dalam rimpang temugiring ini terdapat zat aktif yang dapat membunuh cacing ascaris (cacing gelang). Zat aktif itu adalah minyak atsiri, monoterpen, dan seskuiterpen. Kandungan kimia dalam temugiring adalah flavonoid, minyak atsiri, kurkumin, monoterpen, seskuiterpen, saponin, tanin, dan zat pati. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa kandungan kurkumin pada rimpang utama (umbi pokok) lebih tinggi dibandingkan dengan rimpang cabang (www.balita-anda.com).
Menurut Hembing Wijayakusuma (2006), manfaat dari temugiring adalah untuk mengatasi perasaan tidak tenang atau cemas, jantung berdebar-debar, cacingan, sembelit, disentri, haid tidak teratur, menambah nafsu makan, meningkatkan stamina, menghaluskan kulit, dan sebagainya. Bagian tumbuhan yang digunakan sebagai obat sebagian besar adalah bagian rimpang dari tumbuhan tersebut.



















