Cegah Sepuluh Jenis Kanker

Mengenali gejala satu jenis penyakit kanker saja, sudah bisa bikin kita cemas. Apalagi jika mencari tahu tentang jenis kanker lainnya. Padahal, masih ada sekitar puluhan jenis kanker lainnya yang belum kita kenali dengan baik. Sebelum penyakit mematikan ini menyerang tubuh, ada kiat sederhana untuk menangkal beberapa jenis kanker. Simak tipsnya:

1. Berhenti merokok
Rokok adalah penyebab utama terjadinya kanker paru-paru, dan sekitar 30% berisiko memicu kanker jenis lain. Karena itu, mulai sekarang hentikan kebiasaan menghisap racun nikotin ini.

2. Hindari paparan sinar matahari langsung
Paparan sinar matahari langsung, dan berlebihan dapat menyebabkan kanker kulit. Untuk itu, selalu lindungi kulit dengan krim tabir surya, topi atau payung, terutama mulai pukul 9 pagi hingga pukul 4 sore.

3. Kurangi makanan berlemak
Mengonsumsi banyak makanan berlemak bisa menyebabkan Anda berisiko terkena kanker kolon, dan kanker payudara. Selain itu, dengan mengonsumsinya secara berlebihan dapat menyebabkan obesitas dan akan berhubungan dengan kanker rahim dan kanker kandung empedu. Mengontrol berat badan dan berolahraga akan mengurangi risiko terkena kanker.

4. Perbanyak makanan berserat
Gandum, beras, sayuran, dan buah merupakan sumber serat alami yang baik dan melindungi Anda dari kanker usus besar (kolorektal). Konsumsilah makanan yang banyak mengandung serat alami, secara teratur setiap hari.

5. Minimalkan asupan makanan yang diasap, dibakar dan diawetkan
Pada makanan yang dibakar, diketahui kandungan zat yang meningkatkan risiko kanker lebih tinggi. Kanker lambung banyak dijumpai di negara yang penduduknya banyak memgonsumsi makanan yang diasap dan mengandung bahan pengawet.

6. Pilih makanan yang banyak mengandung Vitamin A & C
Vitamin A & C alami, serta zat penting dari buah dan sayuran dapat melindungi kita dari berbgai macam penyakit, termasuk kanker. Kandungan antioksidan di dalamnya dapat menangkal radikal bebas yang ada dalam tubuh kita. Jadi, konsumsilah buah dan sayuran secara teratur

7. Konsumsi lebih banyak sayuran golongan kubis
Konsumsilah sayuran yang termasuk golongan kubis, seperti kol, brokoli, bunga kol dan bok choy. Karena, penelitian menunjukkan bahwadengan mengonsumsinya Anda dapat terhindar dari kanker lambung, kolorektal dan kanker saluran nafas.

8. Hindari minuman beralkohol
Minuman mengandung alkohol dalam jumlah banyak, bisa meningkatkan risiko terkena kanker hati dan kanker lambung. Apalagi jika minum alkohol disertai merokok, maka bisa lebih berisiko terkena kanker mulut, dan kanker tenggorokkan.

9. Periksakan Diri Secara Teratur
Periksakan diri Anda ke dokter secara teratur,baiknya 6 bulan sekali. Dengan begitu Anda bisa mengetahui kondisi kesehatan dan penyakit bisa terdeteksi sedini mungkin.

10. Pola Hidup Seimbang
Jagalah keseimbangan pola makan. Asupan karbohidrat, protein,mineral, vitamin, dan zat lainnya harus seimbang. Bagilah waktu juga secara seimbang antar bekerja dan beristirahat.

Cegah Kanker Secara Alami

Ada kabar baik bagi perokok yang belum bisa menghilangkan kebiasaan buruknya. Asupan buah dan sayuran secara teratur dapat menurunkan risiko terjadinya kanker paru-paru.

Penelitian yang berdasarkan pada riset 700 orang ini menunjukkan, mereka yang menyantap buah dan sayuran memiliki risiko paling rendah terserang penyakit kanker dibandingkan dengan mereka makan sedikit porsi buah dan sayur. Dampak positif sayuran dan buah terbukti pada perokok maupun non-perokok.

Studi lainnya, yang dimuat dalam American Thoracic Society seperti dikutip dari Daily Mail, menemukan, mengonsumsi 1,5 porsi buah atau sesendok makan besar sayuran setiap hari melindungi tubuh dari emfisema dan bronkitis kronis.

Orang yang menyantap seledri secara teratur memiliki 60 persen risiko lebih rendah terserang kanker paru-paru daripada mereka yang makan sedikit. Konsumsi wortel juga mengurangi risiko kanker sebesar 50 persen. Peneliti mengidentifikasi sejumlah senyawa alami dalam buah dan sayuran memberi perlindungan, termasuk alpha-carotene, beta-carotene dan lycopene.

Saat ini, studi EPIC Eropa yang dilakukan oleh para peneliti dari 10 negara pun telah menunjukkan, dalam kasus kanker paru-paru, mengonsumsi buah sangat dianjurkan. Yang penting tidak hanya kuantitas tetapi juga berbagai buah yang dikonsumsi, juga dapat mengurangi risiko.

“Selain dari jumlah yang dikonsumsi, penting juga untuk memperhitungkan varietas. Diet bervariasi mengurangi risiko pengembangan kanker ini, terutama pada perokok,” kata María Jose Sanchez Perez, rekan penulis studi dan direktur Cancer Registry Granada di Andalusia School of Public Health seperti dikutip dari Times of India.

Hasil studi ini menunjukkan, menyantap lebih dari delapan jenis, baik sayuran dan buah bisa mengurangi risiko kanker 23 persen dibandingkan dengan makan kurang dari empat jenis. “Jadi, jika perokok meningkatkan konsumsi berbagai buah mereka bisa menurunkan risiko terserang kanker paru-paru,” kata peneliti.

Awas, Berbohong Bisa Sebabkan Stroke

Berbohong memang selalu mendatangkan perasaan bersalah dan membuat gelisah. Bukan hanya membuat Anda tidak tenang, berbohong juga bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan. Tahukah Anda, bahwa beberapa komplikasi kesehatan bisa Anda alami karena berbohong, salah satunya adalah stroke.

Menurut Saundra Dalton-Smith M.D, penulis “Set Free to Live Free”, sebagai permulaan, dengan berbohong sebenarnya Anda melepaskan hormon stres. Ini adalah hormon yang juga memicu apa yang disebut “Fight or Flight Response”.
“Berbohong dapat meningkatkan stres hormon yang bisa mengakibatkan degup jantung dan tarikan nafas meningkat, pencernaan melemah, serat saraf dan otot menjadi sangat sensitif,” kata Smith seperti dikutip dari Bettyconfindential.com.
Hal ini mungkin tidak berpengaruh serius. Tapi, jika sering terjadi, dapat menyebabkan penyakit seperti jantung koroner, stroke, dan gagal jantung kongestif. Itu karena tekanan darah di jantung meningkat ketika Anda berbohong.
“Ini dapat mengancam kehidupan jika terjadi dalam waktu yang lama,” kata Dr Smith.
Itulah sebabnya tes detektor kebohongan atau Polygram bisa akurat, karena mengukur tekanan darah. Berbohong sesekali memang tidak langsung membuat Anda terkena stroke. Tetapi, jika kebohongan menjadi kebiasaan, itu bisa jadi bencana bagi Anda dalam hal risiko stroke yang semakin besar.
Menurut hasil penelitian yang dipublikasi dalam “Journal Consciousness and Cognition” oleh Departemen Psikologi Ghent University di Belgia, selalu mengatakan kebenaran membuat seseorang makin sulit melakukan kebohongan. Dan, sebaliknya makin sering orang berbohong, makin sulit ia mengatakan kebenaran.
Mereka yang berbohong setiap hari atau telah menyimpan rahasia besar selama bertahun-tahun mungkin akan lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan dibandingkan yang jarang berbohong.
Seiring dengan komplikasi dari tekanan darah tinggi, “pembohong kronis” juga dapat berisiko terkena penyakit yang sama dengan seseorang yang mengalami stres kronis, seperti kanker, diabetes, dan penyakit jantung.
Dengan pemikiran ini, berbohong tampaknya memang berisiko tinggi bukan hanya bagi kesehatan psikis tetapi juga fisik. Sebisa mungkin jangan menyakiti seseorang secara emosional dengan membohonginya. Mengatakan kebenaran dan bersikap jujur adalah hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk kesehatan diri sendiri.

“Daripada terjebak dalam lingkaran setan kebohongan, yang terbaik adalah konsisten mempraktikkan kebenaran,” kata Dr Smith.

Ukur Risiko Kanker Prostat Lewat Jari Manis

Kanker prostat merupakan penyakit menakutkan bagi kaum pria. Untuk itu, perlu deteksi dini sebelum kanker ini menyebar ke seluruh tubuh.

Untuk mengetahui seberapa besar risiko pria terkena kanker ini, ternyata bisa dilihat melalui ukuran jari manis. Dari penelitian yang dilakukan pada pasien rumah sakit, diketahui kalau pria yang memiliki jari manis lebih panjang daripada telunjuk di tangan kanan, risikonya lebih tinggi terkena kanker prostat. Hal itu jika dibandingkan dengan pria yang memiliki panjang jari manis dan telunjuknya tidak terlalu jauh berbeda.

Jari manis yang panjang diperkirakan sebagai tanda dari kadar hormon testosteron tinggi saat pria masih dalam kandungan. Penelitian sebelumnya telah menemukan kalau jari manis panjang berhubungan dengan penurunan risiko penyakit jantung dan meningkatkan kesuburan.

Lebih dari 30 ribu pria terdiagnosis kanker prostat setiap tahunnya. Hal ini bisa digambarkan dengan setiap satu jam, lebih dari satu orang pria terkena kanker prostat. Penelitian terbaru yang dilakukan di Gachon University Gil Hospital, Incheon, Korea Selatan, mencoba melihat 366 pria berusia lebih dari 40 tahun yang memeriksakan diri ke rumah sakit dengan masalah buang air kecil.

Dari tes darah diketahui, pria yang jari manisnya lebih panjang dari jari telunjuk, memiliki dua kali kadar normal antigen spesifik prostat, yaitu zat kimia alami yang terkadang ditemukan pada level darah saat sel kanker muncul. Tetapi, menurut Ed Yong, kepala pusat informasi kesehatan, Cancer Research Inggris, bahwa hasil penelitian harus digunakan dengan hati-hati.

“Rasio panjang jari telah dikaitkan dengan banyak hal. Jika keterkaitan itu disertai hanya dengan sedikit bukti, maka sebenarnya tidak berguna. Sebagai contoh, studi ini sangat kecil menemukan hubungan antara rasio panjang jari dan risiko kanker prostat, tetapi tidak memberitahu apa-apa tentang apakah rasio dapat digunakan untuk memprediksi risiko dengan tepat,” kata Ed seperti dikutip dari Telegraph.co.uk.

Namun, seberapapun panjang ukuran jari manis pria, tetap disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, yang salah satunya untuk mendeteksi kanker prostat. Lebih baik mencegah, daripada mengobati, bukan?

Tanda-tanda Kanker Pada Pria

Pria yang bergaya hidup buruk lebih rentan terhadap penyakit kanker dibandingkan wanita. Hal itu dikemukakan oleh World Cancer Research Fund (WCRF).

Karena itu, layaknya wanita, pria juga perlu tahu gejala-gejala kanker yang bisa dialaminya. Pengetahun ini bukan untuk membuat pria cemas atau takut. Tapi, merupakan antisipasi yang baik. Gangguan-gangguan yang selama ini mungkin dianggap remeh, bisa jadi itu merupakan tanda adanya penyakit kanker di dalam tubuh pria.

Seperti dikutip dari Methods Of Healing, masalah kelelahan fisik, batuk menahun, perubahan kulit, sulit menelan makanan, gangguan pencernaan, sampai masalah buang air kecil, jika berlangsung dalam waktu lama, sebaiknya jangan disepelekan, dan segera periksakan ke dokter.

Inilah gejala-gejalanya:

Kelelahan
Tahukah Anda, orang yang sering merasa kelelahan meski sudah beristirahat, kemungkinan itu merupakan gejala adanya kanker dalam tubuh. Jelas, kelelahan disebabkan oleh masalah kesehatan lainnya. Rasa sering lelah dapat terjadi setelah kanker menyebar.

Namun, menurut American Cancer Society, kelelahan dapat terjadi pada tahap awal, seperti kasus leukemia, kanker usus besar atau kanker lambung.

Jika sering merasa sangat lelah, sebaiknya segera konsultasi ke dokter. Dokter akan mengevaluasi kesehatan dan menjelaskan apa masalah masalah sekaligus bagaimana mengatasinya.

Batuk berkepanjangan
Batuk merupakan gejala yang sudah umum ketika akan flu atau alergi. Namun, jika batuk berkepanjangan atau berlangsung sampai lebih dari tiga minggu, ini tidak boleh diabaikan. Selain bisa menunjukkan adanya masalah kesehatan lain, misalnya bronkitis, kondisi ini juga dapat jadi pertanda sel-sel kanker sedang berkembang dalam tubuh.

Jika ini terjadi, segera periksakan kesehatan paru-paru. Tujuannya, untuk memastikan apakah paru-paru  bekerja dengan baik. Bagi perokok, mungkin dokter akan merekomendasikan dilakukan pemeriksaan radiografi.

Kesulitan menelan
“Beberapa pria mungkin mengalami kesulitan menelan. Kondisi ini sebaiknya jangan dianggap wajar. Kesulitan menelan bisa menjadi tanda adanya kanker pencernaan atau kanker kerongkongan,” kata pakar kesehatan, Dr Lichtenfeld.

Jika mengalami permasalahan ini, jangan biarkan berlarut-larut. Sebaiknya, langsung berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan merekomendasikan agar melakukan pemeriksaan USG, endoskopi atau tes lain untuk menemukan penyebab masalah kesehatan.

Gangguan pencernaan
Sering mengalami gangguan pada pencernaan bisa jadi merupakan tanda adanya kanker tenggorokan, kerongkongan atau perut. Karena itu, jika merasa mempunyai masalah pencernaan yang berlangsung cukup lama, jangan ragu untuk segera menemui dokter.

Melalui pemeriksaan kesehatan, dokter akan menentukan penyebab masalah. Lalu, dokter akan membantu perawatan apa yang dibutuhkan.

Perubahan kulit
“Anda harus hati-hati, tidak hanya ketika terjadi perubahan tahi lalat yang Anda miliki, tetapi juga perubahan warna kulit,” kata Dr Mary Daly dari Fox Chase Cancer Center di Philadelphia. Para ahli kulit mengatakan bila telah melihat perubahan itu, jangan menunggu lebih dari seminggu untuk pergi ke dokter.

Ada perubahan di mulut
Bagi perokok, sebaiknya berhati-hati dengan munculnya bintik-bintik putih pada mulut atau area lidah. Perubahan ini mungkin menunjukkan adanya leukoplakia atau daerah prakanker yang dapat berkembang menjadi kanker mulut. Jika melihatnya, sebaiknya segera pergi ke dokter. Dokter akan memeriksa untuk mendeteksi kemungkinan adanya penyakit.

Masalah buang air kecil
Gangguan ini sering juga terkait pada usia. Pria merasa selalu ingin buang air kecil. Bahkan, mereka memiliki perasaan kandung kemih tidak pernah kosong. Jika masalah ini semakin menyusahkan, berkonsultasilah ke dokter. Dokter akan memeriksa apakah kelenjar prostat bermasalah. Dokter mungkin juga merekomendasikan tes darah untuk mengecek kadar antigen spesifik prostat atau PSA.

10 Alat Rumah Tangga Pemicu Kanker

Berbagai peralatan rumah tangga seperti pembersih kaca, karpet, hingga oven microwave sangat berjasa membantu pekerjaan rumah tangga. Namun di balik manfaatnya, berbagai alat rumah tangga ini bisa menyimpan ancaman kesehatan.

Banyak di antaranya yang mengandung bahan kimia berbahaya pemicu kanker seperti formaldehida, nitrobenzena, metilen klorida, dan napthelene, serta racun reproduksi dan pengganggu hormon. Ada juga bahan yang menyebabkan kerusakan hati, ginjal dan otak, alergi dan asma.

Buku ‘Cancer: 101 Solutions to a Preventable Epidemic’ karya Armstrong memuat daftar beberapa peralatan dan pembersih rumah tangga yang sarat racun karsinogen. Berikut 10 diantaranya, seperti dikutip Shine:

1. Penyegar udara
Penyegar udara semprot terbuat dari bahan napthelene dan formaldehida. Coba ganti wewangian  ruangan dengan zeolit atau pewangi alami dari minyak esensial.

2. Pajangan
Kebanyakan pajangan berupa lukisan menggunakan Epoxy dan lem karet semen, cat akrilik, pelarut (thinner), dan spidol permanen yang mengandung karsinogen. Jika ingin mempercantik ruangan, pilih pajangan yang mengandung lebih sedikit bahan kimia.

3. Suku cadang otomotif
Sebagian besar suku cadang otomotif mengandung racun. Jauhkan mereka dari rumah. Bila tak dipakai segera buang ke tempat pembuangan limbah berbahaya.

4. Lilin
Hindari lilin parafin artifisial beraroma yang menghasilkan jelaga. Lebih baik gunakan lilin lebah dengan sumbu kapas.

5.Pembersih karpet
Biasanya pembersih karpet digunakan dalam keadaan kering mengandung unsur karsinogen. Gunakan pembersih karpet cair dari bahan alami seperti cuka dan jeruk lemon dicampur sedikit sabun.

6. Dry-cleaning
Pilih pakaian yang tidak memerlukan pembersih perkloroetilena. Mintalah agar pencucian basah, bukan kering. Atau, gunakan pembersihan kering dengan pembersih cair karbon atau jeruk.

7. Pembasmi hama kutu dan serangga
Hindari penggunaan pestisida. Lebih baik simpan makanan lebih baik untuk menghindari berkembangnya serangga dan kutu.

8. Cat dan pernis
Bila mengecat rumah, pilih produk cat yang memiliki VOC rendah atau yang ramah lingkungan.

9. Pestisida rumah tangga
Gunakan pestisida alami, misalnya yang diolah dari bawang putih dan cabai atau dari daun pepaya.

10. Microwave
Jangan panaskan makanan dalam microwave di wadah plastik. Lebih baik gunakan wadah dari kaca khusus untuk microwave.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.