Lima Sinyal Penanda Anda Bahagia

VIVAnews - Kesehatan emosi, bukan hanya tergantung dari gen atau kondisi lingkungan Anda dibesarkan. Banyak faktor berperan dalam membentuk kesehatan mental, yang tentunya sangat berpengaruh pada kebahagiaan.

Ingin tahu faktor lain yang membuat seseorang jadi pribadi yang lebih bahagia? Seperti dilansir dari prevention.com, lima hal ini merupakan sinyal bahagia, yang mungkin Anda belum tahu.

1. Suka minuman hangat
Kabar baik untuk Anda yang suka menikmati aktivitas menggenggam gelas yang berisi minuman hangat. Hal ini, menurut tim peneliti dari Universitas Yale, di Amerika Serikat, ternyata bisa membangkitkan perasaan positif.

Itu karena menggenggam gelas yang berisi air hangat diasosiasikan sebagai kehangatan fisik dan kehangatan emosional. Dari penelitian juga diketahui seseorang yang suka menggenggam mug hangat sangat menghargai orang lain, ramah, dan baik hati. Dengan sikap seperti ini, tentu kebahagiaan akan datang dengan sendirinya.

2. Memiliki saudara perempuan
Seseorang yang setidaknya memiliki satu saudara perempuan, diketahui memiliki dukungan sosial yang besar, lebih optimis, dan punya kemampuan belajar yang lebih baik. Ini menurut penelitian yang dipresentasikan dalam pertemuan British Psychological Society. Anak perempuan dianggap sebagai pemersatu keluarga dan pencetus komunikasi yang intensif.

3. Tak suka menonton televisi
Orang yang bahagia adalah orang yang hanya menghabiskan kurang dari 30 persen waktunya di depan televisi. Ini merupakan hasil temuan tim dari University of Maryland yang menganalisa data dari lebih dari 45 ribu orang Amerika Serikat.

Mereka yang cenderung menghabiskan waktu dengan bersosialisasi, membaca, atau melakukan pelayanan agama memiliki tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi, dibandingkan yang suka menonton televisi. Jadi, jangan jadikan televisi sebagai ‘sahabat’ jika Anda ingin bahagia.

4. Suka memajang foto dan souvenir

Deretan foto dari berbagai momen atau souvenir dari teman, kerabat atau sahabat, memang jadi hiasan yang menimbulkan kesan hangat. Ini bukan tanpa alasan.

“Seseorang yang suka memajang barang penuh kenangan seperti foto, sebenarnya mengingatkan diri sendiri untuk lebih menghargai hidup dan mereka lebih bahagia,” kata Sonja Lyubomirsky, PhD, profesor psikologi di University of California.

Barang yang menyimpan kenangan indah mengingatkan Anda tentang “potensi kebahagiaan”. Ini membuat Anda berusaha dan berjanji untuk bisa meraihnya lagi.

5. Memiliki dua sahabat

Tak ada yang bisa menggantikan peran sahabat, meskipun Anda sudah memiliki pasangan yang sangat Anda cintai. Faktanya, penelitian yang dilakukan 654 orang dewasa dan sudah menikah mengungkapkan, mereka yang memiliki setidaknya dua teman terbaik, mentalnya cenderung stabil dan kehidupannya lebih bahagia.

Ciuman Pertama Lebih Berkesan Ketimbang Hilang Keperawanan

Saking berkesannya, ciuman pertama dipercaya lebih penting dari keperawanan dan keperjakaan seseorang. Benarkah demikian?

Anda mungkin masih mengingat bagaimana melewati proses ciuman pertama bersama pasangan. Atau, masihkah Anda mengingat saat dia mengulum mesra bibir di bioskop sambil menonton film favorit? Tentu Anda masih mengingatnya dengan jelas.

Bahkan tak jarang, Anda mengingatnya dengan detail tempat juga gerakannya saat ciuman pertama berlangsung ketimbang saat Anda kehilangan keperawanan.

Para ilmuwan mengklaim bahwa kebanyakan dari kita mengingat 90 persen detail pengalaman ciuman pertama dalam memori. Sebagai gambaran, pria pencium ulung biasanya lebih agresif karena mereka mencoba menghantarkan “bom” testosteron kepada pasangannya. Testosteron dialirkan selama sesi ciuman kecil dan bisa bertahan di tubuh lebih lama.

Efeknya, hormon mendorong wanita untuk lebih cepat jatuh cinta. Inilah sebabnya mengapa wanita lebih mengingat ciuman pertama daripada momen saat mereka melepas keperawanan. Demikian menurut penelitian yang dikutip dari Daily Mail, Selasa (15/2/2011).

Seni ciuman yang begitu kompleks membuat ilmuwan Sheril Kirshenbaum menulis buku tentang ini. Dalam buku The Science of Kissing: What Our Lips Are Telling Us, Kirshenbaum menuliskan bahwa pria memandang ciuman sebagai alat untuk menggapai tujuan, yaitu berhubungan seks.

Wanita sendiri mencoba melepaskan pentingnya hubungan hanya dengan satu ciuman. Perbedaan inilah yang sering menyebabkan salah penafsiran antara pria dan wanita.

Sepuluh Ide Kencan Antibosan

Saat mendengar kata kencan, apa yang ada di pikiran Anda? Makan malam? Nonton di bioskop?
Memang tak ada salahnya melakukan kedua hal tersebut sebagai aktivitas kencan dengan pasangan (atau calon pasangan). Tapi jika selama berminggu-minggu yang Anda lakukan bersama pasangan hanya nonton dan makan, bisa-bisa si dia menganggap Anda membosankan dan tak kreatif. Coba sesekali kejutkan pasangan dengan melakukan aktivitas kencan yang lain dari biasanya.

1. Apa makanan favorit yang biasa Anda dan pasangan pesan di restoran? Coba cari resepnya di internet atau buku masak, lalu ajak si dia ke supermarket untuk berbelanja bahan-bahannya. Bawa pulang ke rumah, dan mulailah memasak. Ingat, jangan pilih masakan yang ‘gampang’ seperti nasi goreng. Pilih masakan ala restoran yang resepnya agak rumit. Hasil akhirnya belum tentu enak, apalagi bisa dimakan, namun proses memasaknya dijamin lebih seru.

2. Jika pasangan Anda senang main game, buatlah turnamen game antara Anda versus dia. Guitar Hero, misalnya, atau berbagai pilihan permainan di Nintendo Wii. Bisa juga pergi ke tempat game yang biasa ada di mall. Sebelum permainan dimulai, jangan lupa tetapkan apa hadiah yang akan didapat sang pemenang, dan apa hukuman yang harus dilakukan oleh yang kalah.

3. Senang makan? Wisata kuliner pasti tak asing lagi bagi Anda. Tapi jika ingin beda, coba luangkan waktu kencan bersama pasangan untuk menjajal tempat-tempat jajan kaki lima, pasar tradisional, bahkan di sekitar SD di kampung terdekat. Lupakan sejenak kafe dan restoran ber-AC.

4. Masih ingin makan malam di kafe? Silakan. Tapi coba pilih restoran yang menyiapkan live music, yang membolehkan pengunjung untuk menyanyi dan menyumbang lagu. Setelah makan, Anda dan pasangan harus naik ke atas panggung dan masing-masing menyanyikan satu lagu. Anggap saja karaoke, tapi ditonton seluruh pengunjung restoran.

5. Masih tentang wisata kuliner. Bagilah menu makan Anda menjadi beberapa bagian, misalnya: minuman, makanan pembuka, makanan utama, makanan penutup. Lalu kunjungilah empat tempat makan yang berbeda. Di satu tempat, Anda hanya boleh memesan satu bagian. Pesan minum saja di tempat pertama, pesan makanan pembuka saja di tempat kedua, dan seterusnya.

6. Piknik selalu menyenangkan jika dilakukan bersama pasangan. Bukan piknik biasa, tentunya. Sebelum berangkat, siapkan tikar, makanan, minuman, gitar, apa pun yang ingin Anda bawa untuk piknik. Lalu minta pasangan untuk menulis “penunjuk arah” dengan sembarang. Contoh: 2 kilometer ke utara, belok kiri, lurus 3 kilometer, belok kanan, dan seterusnya. Arah ini ditentukan secara asal saja, sehingga Anda dan pasangan tak tahu di mana tujuan akhir akan berada. Ikuti petunjuk ini, dan bukalah keranjang piknik Anda di tempat tujuan akhir.

7. Kapan terakhir Anda main layangan? Coba ajak pasangan ke lapangan, taman, atau pantai terdekat, untuk menerbangkan layangan. Ingin lebih menantang? Buat sendiri layangan Anda dari nol.

8. Apa tempat wisata yang wajib dikunjungi wisatawan yang datang ke kota Anda? Museum? Monas? Gunung Tangkuban Perahu? Kota Tua? Kebun binatang? Coba kunjungi bersama si dia. Mungkin kesannya membosankan, apalagi jika Anda sudah sering ke sana semasa kecil. Tapi percayalah, berkunjung bersama pasangan akan memberikan pengalaman yang sama sekali lain.

9. Jika Anda dan pasangan sama-sama suka fotografi, berburu foto pasti sudah jadi aktivitas yang rutin dilakukan. Kali ini, coba lakukan sesuatu yang lain. Bawa kamera masing-masing, lalu jelajahi kota sambil saling mengambil foto pasangan. Anda memotret si dia, dan dia memotret Anda. Bukan foto dengan pose manis, apalagi foto mesra. Misi Anda adalah membuat sebanyak mungkin foto lucu, unik, dan konyol, yang melibatkan hal-hal menarik yang Anda temukan sepanjang perjalanan keliling kota. Bertemu pengamen banci di perempatan jalan? Jangan lupa ajak foto bareng.

10. Oke, masih juga ingin nonton di bioskop? Jika transportasi memungkinkan, coba kejutkan pasangan dengan membawanya nonton di luar kota. Tak perlu jauh-jauh, tentunya. Cukup kota atau kabupaten sebelah, yang hanya memakan waktu 2 atau 3 jam perjalanan. Jika di kota tujuan tak ada bioskop yang memutar film Hollywood incaran Anda, ini kabar bagus. Anda dan pasangan jadi punya kesempatan untuk menonton film yang tak biasa Anda tonton, dengan judul-judul macam Kutukan Hantu Kuntilanak Perawan. Setelah itu, habiskan waktu dengan menjelajahi kota tersebut hingga waktunya pulang.

Cara Jitu Melupakan Mantan

Putus cinta dan melupakan mantan pasangan tak pernah mudah. Namun bukan berarti Anda terus-menerus berduka karena merasa kehilangan. Berikut beberapa kiat melupakan mantan pasangan yang dikutip dari Sheknows.

1. Stop kontak selama dua bulan. Anda pasti pernah mendengar ‘time healing’. Waktu memang selalu menjadi penyembuh sakit hati Anda. Untuk itu biarkan waktu menghapus ingatan Anda tentang mantan pasangan. Minimal jangan menghubunginya selama dua bulan. Jangan menelepon, SMS, BBM, dan sebagainya. Berikan juga kesempatan untuk hati dan emosi Anda agar lebih stabil.

2. Simpan kenangan. Sebaiknya singkirkan segala sesuatu yang bisa membangkitkan kenangan Anda mengenai sang mantan. Tak perlu lagi menyimpan foto atau hadiah-hadiahnya. Tak perlu membuangnya, menyimpannya di suatu wadah tertutup sudah cukup. Jika perasaan sudah lebih baik, hadiah-hadiah dari sang mantan bisa kembali Anda manfaatkan.

3. Bertemu orang lain. Jangan mengurung diri di rumah. Justru perluaslah pergaulan Anda. Bukan berarti Anda harus mencari penggantinya, namun menambah teman tentu tak ada salahnya bukan?

4. Berbahagia. Menangis terus menerus tak akan membuat Anda bahagia. Mulailah tersenyum, kenalilah potensi Anda. Tak ada salahnya untuk ke salon dan mal untuk merawat diri dan membeli busana. Mempercantik penampilan akan membuat Anda sadar, bahwa ada orang yang lebih baik yang bisa didapatkan, ketimbang terus menangisi mantan.

Efek Dahsyat Sentuhan

Sentuhan memengaruhi suasana hati dan cara menilai lingkungan. Berdasar studi yang dipublikasikan di Jurnal Science, penerima sentuhan lembut cenderung lebih bahagia dan murah hati. Sebaliknya, sentuhan keras cenderung membuat seseorang semakin egois dan agresif.

Studi dilakukan dengan memberikan sentuhan kepada sejumlah responden. Eksperimen pertama mengungkap, responden yang menerima jigsaw puzzle kasar mudah memicu permusuhan saat berinteraksi dengan orang lain. Sementara interaksi yang melibatkan jigsaw halus membuat para pelakunya bertindak lebih santun.

Sedangkan eksperimen kedua mengungkap, orang yang duduk di kursi dengan alas keras cenderung kurang mau berkompromi atau bernegoisasi, dibandingkan orang yang duduk di kursi lembut dan nyaman.

“Pikiran sangat terkait dengan tubuh kita. Sejak bayi, manusia telah mampu merasakan bahwa kehangatan fisik adalah sesuatu yang menenangkan,” kata Profesor John Bargh, psikolog sosial dari Universitas Yale Amerika, seperti dikutip dari laman Telegraph.

Sejak bayi, manusia telah mengembangkan konsep fisik seperti kekasaran, kekerasan, dan kehangatan. Studi juga menunjukkan bagaimana seseorang mengembangkan ide mengenai orang lain serta mengartikannya melalui senyuman hangat atau sinis.

Sentuhan keras dan halus, menurut ahli, tercermin dalam ekspresi sehari-hari termasuk bahasa yang digunakan. “Pengalaman terhadap hal ini tidak hanya mempengaruhi fisik dan persepsi, tetapi mempengaruhi perilaku kita terhadap orang lain,” ujar Prof Bart.

Hormon ‘Cinta’ Sembuhan Sakit Kepala

Studi terbaru mengungkap bahwa oksitosin yang dikenal sebagai hormon cinta efektif meningkatkan rasa percaya diri sekaligus memperkuat ikatan sosial. Suntikan hormon ini juga bisa bekerja sebagai obat penghilang sakit kepala.

Seperti dikutip dari MSNBC, sekitar 50 persen pasien sakit kepala merasa lebih baik setelah mendapat asupan oksitosin melalui semprot hidung. Sementara mereka yang mendapat semprotan hormon palsu tak merasakan rasa sakit yang berkurang.

Rata-rata, efeknya mulai bekerja empat jam usai penyemprotan. Manfaatnya bertahan hingga 24 jam.

Sekitar 40 pasien yang terlibat dalam studi ini memiliki kondisi sakit kepala kronis, yang di antaranya disertai serangan migrain tak berkesudahan. “Pasien ini telah mencoba berbagai cara sebelumnya, dan tidak ada yang bisa memberikan hasil banyak,” kata Direktur penelitian dari Stanford University School of Medicine, David Yeomans.

Ia mengatakan, saat ini, hanya dua perawatan yang terbukti efektif mencegah gangguan kesehatan itu. Salah satunya adalah suntikan botoks, kata peneliti Dr Egilius Spierings, profesor di Harvard Medical School yang mempelajari manajemen sakit kepala.

Terapi botoks baru saja mendapat persetujuan dari Food and Drug Administration sebagai pereda sakit kepala pada Oktober lalu. Pengobatan lainnya adalah topiramate. Di Amerika Serikat, setidaknya tercatat enam juta penderita sakit kepala kronis.

Namun, Spierings mengatakan dua terapi pengobatan itu memiliki sejumlah kelemahan dan tidak memiliki efek jangka panjang. Ia berharap studi tentang suntikan oksitosin semakin sempurna sehingga bisa membantu menyembuhkan pasien.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.