Analisis Golongan Senyawa Barbiturat


  • Dasar Teori

Barbiturat mempunyai inti hasil kondesasi etilester dan asam dietilmalonal dengan ureum.
Rumus umum : R1, R2, R3, dan R4, adalah subtitusi-subtitusi yang menentukan struktur Barbiturat

  • Sifat-sifat Barbiturat :

1.Sukar larut dalam air, kecuali garamnya (Na) bereaksi asam lemah
2.Dalam bentuk keto tidak larut dalam air
3.Dalam bentuk etanol larut dalam air
4.Bentuk keto larut dalam CHCL3, eter dan etilasetat
5.Garam natriumnya mudah terhidrolisa, apalagi kalau dipanaskan, Mis : Luminal Natrium

  • Reaksi identifikasi

1.Cara Kimia
Reaksi warna
Reaksi Pengendapan
Reaksi selektif (terhadap subtitusi)
Reaksi spesifik
2.Cara Fisik : titik lebur dan kromatografi

  • Reaksi Warna

1.Reaksi Parri
2.Zwikker
Zat dilarutkan dalam methanol/alcohol + beberapa tetes pereaksi Zwikker
Terbentuk warna ungu biru
3. Reaksi Buchi dan Perlia
Zat dilarutkan dalam CHCL3 + pereaksi yang terdiri dari 0,5 mL CaNO3
0,001 molar dalam metil alkohol absolute + 0,5 mL molar isobutilamin dalam
CHCL3 terbentuk warna ungu biru

  • Reaksi-reaksi pengendapan (dengan pereaksi Millon)

± 50 mg zat dilarutkan dalam air atau aseton + mL pereaksi Millon, terbentuk endapan. Endapan yang terbentuk kalau dipanaskan mengendap lagi: jika ditambah pereaksi Millon berlebih, larut lagi membentuk kompleks.

  • Reaksi terhadap subtitusi Barbiturat

1.Adanya brom dan S
Adanya brom dapat ditunjukan dengan uji Ballstein
Adanya brom dan S dapat ditunjukan dengan percobaan Castellana
2.Adanya gugusan tidak jenuh
Hilangnya warna air brom
Hilangnya warna larutan Kalium permaganat
3.Adanya gugusan Fenil aromatis
Oksidasi menjadi asam benzoat
Reaksi warna Ekkert
Nitrasi menurut Ranwez
4.Adanya gugusan Siklohexenil
Dalam tabung reaksi, masukan zat, lalu tambah beberapa tetes pereaksi, panaskan sampai berwarna merah.

  • Reaksi Kristal

1. Pengendapan dari suasana basa dengan asam
2.Amonium sulfat
3.Reaksi dengan Thallium asetat
Pada larutan 2 % dalam KOH ditambah Thallium asetat padat atau Kristal
4.Air Brom
5.Air Barit, Zat padat dimasukkan dalam 1 tetes air barit jenuh, khas untuk Dial
6.Pereaksi Zwikker (Ca-pyridin kompleks)
7.Dengan pereaksi Wegenuer

  • Reaksi Lain

1. Sublimasi (Veronal, Isopral)
2. Dipanasi dengan NaOH keluar NH3 (bromular)
3. Garam Na
4. Tuurunan Barbital yang mengandung Brom

  • Reaksi Pendahuluan

1. Dengan asam sulfat pereaksi
2. Dengan formalin – asam sulfat pereaksi
3. Dengan DAB – asam sulfat
10 – 20 mg zat dalam 4 tetes H2SO4 + p-DAB padat panaskan diatas penangas air menjadi merah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: