Agar Lebih Bahagia di Tempat Kerja


VIVAnews – Apakah Anda bahagia menjalani aktivitas sehari-hari di kantor? Jika tidak, temukan cara membuat Anda bahagia di tempat kerja di bawah ini.

Shawn Akhor, penulis ‘The Advantage Happiness’, melakukan penelitian tentang kebahagiaan di Harvard University. Kesimpulannya, hanya 45 persen pekerja yang merasa bahagia dengan pekerjaan mereka.

“Tingkat depresi yang dialami pekerja zaman sekarang 10 kali lebih tinggi dibandingkan pada 1960. Dan, setiap tahun batas usia pekerja yang merasa tidak bahagia makin muda,” kata Akhor kepada AOL Health.

Setelah resesi ekonomi yang terjadi 2008 lalu, Akhor merancang sebuah metode ‘kebahagiaan’ yang didasarkan pada studi terhadap 500 perusahaan di 42 negara. Menurut Akhor, banyak orang percaya kesuksesan bisa mengarah kebahagiaan. Tapi, itu formula yang tidak tepat.

“Yang benar, kebahagiaan justru yang bisa menciptakan kesuksesan. Ketika kadar kebahagiaan meningkat, produktivitas kerja Anda ikut melonjak. Yang akhirnya bisa berbuah keberhasilan.”

Ingin bahagia di tempat kerja? Berikut ini, Akhor membagi beberapa strategi untuk Anda:

Luangkan waktu lima menit
Ini adalah fakta sederhana. Ketika otak merasa lelah, kondisi ini dapat membuat Anda menyelesaikan tugas di kantor lebih lama. Parahnya lagi, jika otak yang lelah dipaksakan untuk terus bekerja, kondisi ini menurunkan fungsi otak sehingga bisa memicu stres dan ketegangan otot.

Ubah kebiasaan ini! Caranya, ambil istirahat sekitar 5 – 10 menit, tiap kali Anda merasa lelah atau sakit kepala.

Habiskan waktu singkat ini dengan kegiatan ringan, seperi berjalan di sekitar ruangan kantor atau menonton video komedi di Youtube. “Tidak hanya akan membuat Anda merasa lebih positif, tapi konsentrasi dan produktivitas kerja Anda juga akan meningkat.”

Bersosialisi
Ketika berada dalam tekanan kerja tinggi, seperti detik-detik menjelang deadline atau berurusan dengan bos yang marah, apa yang akan Anda lakukan? Jika dalam kondisi seperti itu Anda mengunci diri dalam ruangan, itu adalah keputusan buruk.

“Ketika stres, banyak orang cenderung memisahkan diri dari orang sekitar, termasuk teman dan rekan kerja,” kata Akhor.

Padahal menurutnya, orang-orang sukses justru mengambil pendekatan berlawanan. “Daripada menutup diri, mereka membuka diri dengan orang-orang sekitar.”

Dalam salah satu studi yang dilakukan mahasiswa Harvard, Akhor menemukan, mereka yang melewatkan saat-saat menyenangkan dengan teman-teman dan memilih berjam-jam mengurung diri di perpustakaan, cenderung memiliki nilai lebih rendah di kelas dibandingkan dengan mereka yang memilih bersosialisasi.

Jadi, ketika proyek pekerjaan berat menumpuk, Akhor menyarankan agar Anda untuk lebih interaktif dengan orang sekitar, walaupun sekadar ngobrol tentang gosip selebriti.

“Beberapa penelitian dalam dekade terakhir telah mengungkapkan, dukungan sosial dapat menjadi kontributor terbesar untuk kebahagiaan pribadi. Tidak hanya membuat orang-orang lebih bahagia, tetapi mereka menjadi lebih produktif, energik dan tangguh!” kata Akhor memaparkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: