Ruang Kerja Terbuka Kurangi Produktivitas


VIVAnews – Ruang kerja dalam gedung perkantoran saat ini lebih banyak dirancang dengan model terbuka. Sekat-sekat juga hanya dipasang minim dan transparan. Biasanya model kantor seperti ini, untuk mempermudah komunikasi para pekerjanya satu sama lain.

Ruang kantor atasan juga hanya dibatasi dengan kaca. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada jarak antara atasan dan bawahan. Tetapi ternyata ruang kerja dengan model terbuka, malah menghambat produktivitas dan berefek buruk pada kesehatan pekerjanya.

Suara bising yang berlebihan dan kurangnya privasi, serta gangguan yang terus-menerus, menyebabkan para pekerja mudah mengalamai stres. Hal itu menurut penelitian yang dilakukan tim dari University College London, Inggris.

Kemungkinan besar, produktivitas pekerja turun hingga 20 persen, karena kondisi ruang kerja yang terbuka. Dari 20.000 profesional yang disurvei, sebanyak 56 persen mengeluh tentang kurangnya privasi, 55 persen mengeluh tentang temperatur udara yang kurang pas,dan 60 persen mengeluhkan kebisingan. Satu dari tiga pekerja mengeluhkan kurangnya sinar matahari dan kebisingan yang tinggi.

Hal ini sangat mengkhawatirkan mengingat jam kerja yang panjang antara 40 hingga 45 jam tiap minggunya. Jika tidak ada solusi untuk masalah ini, bisa jadi produktivitas pekerja menurun, lebih dari 20 persen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: