Ceplukan (Physalis angulata L.)


Pengenalan terhadap tanaman ceplukan dapat dilakukan antara lain dengan mempelajari tentang taksonomi, morfologi, serta beberapa kerabat dekat tanaman ceplukan tersebut.
1. Taksonomi Tanaman Ceplukan
Menurut ilmu tumbuh-tumbuhan (taksonomi) tanaman ceplukan termasuk dalam golongan dan tata nama tumbuhan sebagai berikut.

Kingdom     : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom  : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi      : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas       : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas   : Asteridae
Ordo        : Solanales
Famili      : Solanaceae (suku terung-terungan)
Genus       : Physalis
Spesies     : Physalis angulata L.

Berdasarkan daerahnya, ceplukan dikenal dengan berbagai nama sebagai berikut.

Nama asing  : Morel berry
Ambon       : Daun boba
Makasar     : Daun kopo-kopo, daun loto-loto
Minahasa    : Leletoken
Tinimbar    : Lapunonat
Seram selatan : Lapununat
Ternate     : Dagameme
Sumatra     : Daun boba, daun kapo-kapo, daun lato- lato
Sumatra timur : Leletop
Sunda       : Cecendet, cecendet kunir, cecenet, cecenetan, cicindit
Jawa        : Ceplukan, ceplukan sapi, ceplokan, ciplukan
Madura      : Yoryoran, yuryuran
Kangean     : Keceplokan
Bali        : Angket, keceplokan, kopok-kopokan, padang rase
Sasak       : dededes, kenampak
Melayu      : Ceplukan

2. Morfologi Tanaman Ceplukan

Terdapat sedikit perbedaan ciri-ciri morfologi antara tanaman ceplukan jenis Physalis angulata LINN dengan Physalis minima LINN, namun yang akan di gunakan dalam penelitian ini adalah Physalis angulata LINN. Tanaman ceplukan ini merupakan tanaman yang tumbuh semusim; memiliki akar, batang daun, bunga, buah, dan biji. Physalis angulata L memiliki daun forma, yaitu forma yang berbatang hijau, dengan tangkai daun hjau, tulang daun utama agak lembayung, dan relatif tidak berambut, serta forma yang berbatang lembayung, dengan pucuk batang dan tangkai daun lembayung, berambut pendek putih. Ciri-ciri morfologi tanaman ceplukan dapat dijelaskan sebagai berikut.
a. Akar
Tanaman ceplukan termasuk tanaman berbiji belah, memiliki akar tunggang, akar cabang, dan akar serabut. Akar merupakan bagian dari tumbuhan yang berada di dalam tanah. Bentuk akar bulat, memanjang, dan berwarna putih. Dari akar utama, tumbuhan akar cabang, dan dari akar cabang ini tumbuh akar serabut. Perakaran tanaman ceplukan tidak intensif, tumbuhan menyebar dan tidak masuk jauh ke dalam lapisan tanah bawah. Perakaran tanaman berfungsi untuk memperkuat berdirinya tanaman, menyerap air dan hara dari dalam tanah, serta mengangkut zat hara ke dalam tubuh tanaman. Forma perakaran tersebut memberikan petunjuk bahwa kesuburan tanah di lapisan atas akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman ceplukan. Akar tanaman ceplukan berasa agak pahit.
b. Batang dan Cabang
Batang tanaman ceplukan tegak, dengan tinggi kadangkala dapat mencapai 1 meter. batang bawah bulat, beralur kecoklatan. Batang yang telah tua berkayu, berongga, dan berusuk atau bersegi tajam. Kulit batang berwarna hijau. Ada yang berbulu, namun ada pula yang gundul. Percabangan, umumnya telah muncul pada ketiak daun ketiga terdekat dengan tanah. Percabangan tersebut cenderung membentuk habitus tanaman ceplukan, sehingga tetap pendek dan mendatar tidak jauh dari permukaan tanah.
Percabangan tanaman ceplukan yang terjadi pada ketiak daun kesepuluh atau lebih, biasanya tumbuh kuat, sedangkan tunas di ketiak daun di bawahnya, tumbuh tidak begitu kuat. Percabangan semacam ini akan membentuk ceplukan relatif lebih tinggi. Tanaman muda yang memiliki 10 daun biasanya telah mencapai 10 cm dari tanah.
c. Daun
Daun tanaman ceplukan yang muncul pertama hingga kelima, berbentuk oval, berurat jelas, dengan tepi polos, tidak berlekuk atau bergerigi. Daun pertama berukuran paling kecil, sedangkan daun-daun yang yang tumbuh selanjutnya, umumnya berukuran lebih besar. Daun keenam dan daun-daun berikutnya berlekuk di bagian tepinya. Secara umum, daun ceplukan berbentuk bulat telur memanjang (lanset), berujung runcing, dengan panjang 5cm- 15cm dan lebar 2,5 cm – 10,5 cm. Helaian daun ceplukan tipis, tampak kaku, dan cepat menjadi kayu setelah dipetik. Ibu tulang daun bagian pangkal berwarna keunguan. Tangkai daun berwarna hijau dan berurat keputihan. Panjang tangkai daun sekitar 2 cm, namun tangkai daun tanaman muda kadang-kadang bisa mencapai 9 cm. Daun ceplukan bila diremas berbau agak langu. Daun yang telah tua menguning, kemudian menjadi cokelat, dan akhirnya gugur.
d. Bunga
Bunga ceplukan berbentuk tunggal. Biasanya muncul dari ketiak daun kedelapan atau ketiak daun yang di atasnya. Bunga ceplukan terdiri atas beberapa bagian antara lain : tangkai bunga, kelopak bunga, mahkota bunga, tangkai sari dan tangkai putik.
e. Buah
Setelah terjadi persarian, daun mahkota akan mengerut, menguncup, mongering, dan akhirnya gugur. Bagian ujung kelopak bunga yang tertinggal, akan menguncup dan bagian tengahnya mengembung. Kelopak di bawah pangkal melipat kearah dalam, sehingga tampak seperti payung yang tidak mekar. Sering dengan pembesaran buah ceplukan, bagian kelopak yang melipat sedikit demi sedikit terangkat. Kelopak yang semula dalam posisi tegak, sedikit demi sedikit menunduk ke bawah, karena terbebani oleh buah yang semakin besar dan semakin berat. Akhirnya, kelopak menggantung pada tangkai yang berpijak pada ketiak daun. Kelopak berubah warna dari hijau muda kehijau kekuningan dan berurat lembayung. Bakal buah tumbuh menjadi buah kecil berwaarna hijau kekuningan dan berkembang hingga mencapai ukuran normal. Buah ceplukan merupakan buah buni, yang berbentuk bulat seperti kelereng, dengan kulit yang tipis dan licin. Panjang buah ceplukan berkisar antara 14 mm – 18 mm, berdiameter sekitar 1,2 cm. Tanaman ceplukan ini mampu menghasilkan hingga 250 buah selama hidupnya.
f. Biji
Buah ceplukan muda berkualitas tipis dan berwarna hijau. Memiliki biji bulat kecil, gemuk, berwarna putih, dan terdapat di sela-sela daging buah berwarna putih kehijauan. Biji setelah tua, terdapat di sela-sela daging lunak yang berwarna putih kotor. Daging buah tersebut berasa agak manis dan beraroma agak harum spesifik. Biji ceplukan berkulit keras, dengan panjang kurang dari 1mm, lebih kecil dibanding biji tomat. Buah ceplukan besar berisi sekitar 140 biji. Biji ceplukan mengalami masa istirahat bagi biji (dormansi), sehingga dapat bertahan lama di tanah kering. Pada awal musim hujan, biji tersebut akan berkecambah dan tumbuh menjadi tanaman baru.

3. Daun Ceplukan

Daun ceplukan adalah daun Physalis angulata L, suatu solanceae. Pemerian : warna hijau; tidak berbau; rasa pahit.

a. Makroskopik
Helaian daun berwarna hijau, permukaan bawah berwarna lebih muda, bentuk jorong, panjang daun dapat mencapai 10 cm, lebarnya sampai 5 cm, tetapi daun sedikit bergerigi tidak beraturan, pangkal daun agak meruncing dan sering asimetris, ujung daun runcing tangkai daun panjang.

b. Mikroskopik
Pada penampang melintang melalui tulang daun tampak epidermis atas terdiri dari satu lapis sel bentuk empat persegi panjang, epidermis bawah terdiri dari sel, juga berbentuk empat persegi panjang. Pada sayatan paradermal tampak sel epidermis atas dan bawah bentuk polygonal dengan dinding antiklinal berkelok, stomata tipe anisositik. Rambut penutup bentuk kerucut terdiri dari 1 sampai 2 sel, kutikula tebal dan kasar, rambut kelenjar dengan 1 rangkai 1 kepala. Mesofil meliputi jaringan palisade terdiri dari satu lapis sel, bentuk seperti silinder dengan panjang kira-kira setengah bagian mesofil, mengandung tetes minyak, jaringan bunga karang terdiri dari sel bentuk bundar atau bundar telur, berongga. Hampir pada setiap sel dari lapisan palisade terdapat lapisan kristal kalsium oksalat. Kolenkim terdapat di bawah epidermis atas dan epidermis bawah ibu tulang daun, setelah lapisan kolenkim terdapat sel-sel parenkim bentuk agak bundar, dinding sel tebal. Pada bagian tengah tulang daun terdapat berkas pembulu tipe dikolateral.
c. Serbuk
Berwarna hijau. Fragmen pengenal adalah sel epidermis atas dan bawah dengan stomata tipe anisositik, fragmen mesofil dengan Kristal kalsium oksalat bentuk roset, rambut penutup dan rambut kelenjar.

4. Sifat dan khasiat:
Tanaman ceplukan bersifat analgetik (penghilang nyeri), detoksikan (penetral racun) serta pengaktif fungsi kelenjar-kelenjar tubuh. Saponin yang terkandung dalam ceplukan memberikan rasa pahit dan berkhasiat sebagai anti tumor dan menghambat pertumbuhan kanker, terutama kanker usus besar. Flavonoid dan polifenol berkhasiat sebagai antioksidan. Seluruh bagian tanaman dapat digunakan untuk mengobati kanker. Buah Physalis angulata L. berkhasiat sebagai obat gusi berdarah, obal bisul, dan juga obat mulas, sedangkan daunnya berkhasiat sebagai obat bisul. Untuk obat gusi berdarah dipakai ±30 gram buah masak Physalis angulata L., dengan cara dicuci dan dimakan (Anonim, 2007).

5. Standar sebagai simplisia
Kadar abu yang terkandung tidak lebih dari 16 %. Kadar abu yang tidak larut dalam asam tidak lebih dari 0,5 %. Kadar sari yang larut dalam etanol tidak kurang dari 2 %. Penyimpanan dilakukan di dalam wadah tertutup.

6. Kandungan kimia:
Kandungan kimia dalam herba ceplukan antara lain Fisalin B, Fisalin D, Fisalin F, Withangulantin A. Pada biji antara lain protein, minyak lemak, asam palmitat dan asam stearat. Akar dari ceplukan mengandung alkaloid, sedangkan pada daun mengandung glikosida flavonoid dan pada tunas mengandung flavonoid dan saponin. (Sudarsono dkk., 2002).

2 Responses to “Ceplukan (Physalis angulata L.)”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: