Mengapa Sulit Mengurangi Garam dari Diet


Sebagian orang yang menjalani diet khusus atau menderita penyakit tertentu biasanya harus mengurangi asupan garam dari makanannya. Tak jarang diet gagal karena tak sanggup mengurangi porsi garam. Mengapa demikian? Studi terbaru menyebut genlah penyebabnya.

Dalam situs Times of India, ilmuwan menemukan, ada orang yang secara genetik cenderung sulit mengurangi porsi garam dalam diet mereka. Menurut penelitian, makanan rendah sodium bagi sebagian lidah orang sangat tidak enak. Orang yang sensitif terhadap rasa pahit cenderung makan lebih banyak garam. Sehingga rasa asin digunakan untuk menyamarkan rasa pahit tersebut.

“Semua orang di dunia memiliki indera perasa yang tidak sama. Dari hasil penelitian kami melihat upaya mengurangi sodium akan jauh lebih sulit,” ungkap John Hayes, seorang Biopsikologis di Pennsylvania State University.

Studi juga mengungkap, sekitar 25 persen manusia memiliki kepekaan lebih pada indera pengecapnya. Itu disebabkan adanya perbedaan tonjolan-tonjolan kecil pada kuncup lidah. Orang-orang seperti ini seringkali disebut sebagai ‘supertaster’.

Mereka dapat merasakan bahwa lemak lebih gurih, gula lebih manis dan sayuran hijau memiliki rasa lebih pahit. Mereka pun dapat merasakan asinnya garam meski dalam jumlah sedikit dibandingkan orang yang tidak memiliki kepekaan tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: