Pria Berbulu Lebih Jarang Dihinggapi Parasit


Tubuh pria lebih banyak berbulu ketimbang pria. Rambut-rambut halus ini ternyata berguna. Karena orang yang punya lebih banyak bulu bisa menjadi lebih baik dalam mendeteksi kutu busuk dan tubuhnya jadi jarang dihinggapi parasit.

Dalam artikel yang dimuat dalam jurnal Biology Letters, para peneliti menemukan bahwa rambut tubuh (bulu) meningkatkan kemampuan orang mendeteksi kutu busuk.

Partsipan yang melakukan uji coba ternyata lebih cepat mengenali kutu pada lengan yang berbulu daripada peserta yang lengannya tidak terlalu berbulu. Ini karena rambut berfungsi sebagai pendeteksi gerakan kutu. Rambut juga menyulitkan serta memperlama waktu parasit dalam menemukan tempat untuk makan karena gerakannya terhalang bulu.

Pria tampaknya lebih baik dalam mendeteksi parasit, sebab pria umumnya lebih berbulu daripada perempuan karena kadar testosteronnya lebih tinggi. Tubuh tanpa bulu lebih sering digigit serangga penghisap darah yang lebih memilih menggigit daerah yang relatif tak berbulu seperti pergelangan kaki.

Meskipun peneliti tidak mengatakan bahwa perbedaan rambut tubuh pada laki-laki dan perempuan disebabkan karena parasit, peneliti berspekulasi bahwa para perempuan di masa lalu mungkin lebih suka pria yang memiliki lebih sedikit parasit, yaitu laki-laki berambut.

Manusia relatif tak berbulu dibandingkan dengan kerabatnya yang paling dekat, kera. Tetapi kepadatan folikel rambut pada kulit manusia sebenarnya sama seperti pada kera yang berukuran sama.

Bulu-bulu halus yang menutupi tubuh manusia telah mengganti bulu-bulu tebal pada kerabat dekatnya, dan diperkirakan merupakan sisa evolusi dari nenek moyang manusia yang berbulu.

“Saya menjalankan sebuah kelompok penelitian yang berusaha untuk memahami biologi serangga pengisap darah. Tujuan kami adalah untuk menemukan cara mengendalikan serangga secara efektif, dan dengan demikian dapat mencegah penularan penyakit lewat serangga,” kata peneliti Michael Siva-Jothy, ahli ekologi evolusi di University of Sheffield di Inggris seeprti dikutip dari LiveScience, Rabu (14/12/2011.

Peneliti merekrut 29 orang relawan mahasiswa universitas melalui Facebook dan mencukur rambut di salah satu lengan mereka. Para ilmuwan kemudian menguji berapa lama waktu yang diperlukan para relawan untuk mendeteksi kutu busuk yang ditempatkan di lengan masing-masing dan berapa lama waktu yang dibutuhkan parasit dalam menemukan tempat yang baik untuk makan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: